Awalan

231 Words
Diusia remaja menjelang dewasa, terkadang aku merasa kesal dengan nasib hidupku. Seingatku, hidupku hanya begini-begini saja dari kecil hingga sekarang. Padahal, aku berharap hidupku berubah menjadi begitu-begitu. Tapi baginilah takdir hidup yang ditetapkan Tuhan untukku. Yang mungkin tidak akan pernah begitu atau bahkan jauh dari itu.(sambil senyum). Daripada kebingungan!, yang aku maksudkan begini ialah kemiskinan dan yang begitu ialah kaya akan harta. Walaupun banyaknya harta dan kehidupan yang mewah, tidak bisa menjamin sebuah kebahagiaan. Namun setidaknya, kemiskinan tidak membuat hidup seseorang menderita. Maka salahkah jika aku ingin memiliki kekayaan?. Apabila tidak salah, maka kayakanlah diri dengan harta. Namun aku tidak mampu akan hal itu, sehingga hidupku tetap begini hingga saat ini. Tetapi aku menemukan sesuatu yang lain dari kekayaan dengan berbagi dan membantu sesama sesuai kemampuanku. Ternyata disana juga ada sedikit kebahagiaan yang aku rasakan. Yang mungkin!, tidak dirasaka sebagian orang. Oke, perkenalkan nama saya Salman dan tinggal di Sulawesi Selatan. Lahir dari keluarga sederhana bahkan bisa dibilang miskin. Tetapi saya tidak ingin disebut miskin setelah saya tahu bahwa yang dimaksud "Miskin" dalam Al-Qur'an adalah orang yang tidak pernah bersyukur. Kok gitu? Mana ayatnya? Ya, jelas Al-Qur'an sebutkan "واغنى واقنى" "Kaya dan cukup" Bukan "kaya dan miskin". Artinya lawan kaya adalah cukup, menurut Al-Qur'an. Sedangkan miskin adalah kata yang berada dibawah cukup atau orang miskin adalah orang yang dibawah cukup. Maka termasuklah dia yang boleh menerima zakat dan semacamnya dalam Islam.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD