1. prolog

729 Words
Jordan yang sudah tidak bisa lagi membendung amarahnya, ketika mendengar wanita yang lama ia dambakan telah kembali. jordan lari secepat kilat mengejar atea, ketika melihat wanitanya berdiri di tepi jalan. ia tidak akan membiarkan istri kecilnya itu sampai kabur lagi. selama ini Jordan sudah cukup pusing di buatnya. "iblis kecil, berhenti kau disana atau kau akan menyesal!!!" teriak Jordan sambil berlari mengejar atea yang juga terus berlari menjauh. gadis ini sama sekali tidak berubah sikapnya, meskipun sudah 3 tahun lebih mereka berpisah karena atea kabur dari rumah tepat di hari pernikahan mereka. " wueee... kejar aku kalau bisa. dasar iblis tua!!!" atea menjulurkan lidah dan tetap berlari serta tak mengindahkan peringatan Jordan. masa bodoh juga, jika nanti laki-laki itu akan marah. yang jelas ia hanya ingin kabur lagi sekarang. "Sial! bocah ini sedang menguji kesabaranku. lihat saja kalau aku bisa menangkap mu nanti. kau pasti akan menyesal!" kata Jordan yang menggerutu sambil berlari. "Taxi... " teriak atea menghentikan sebuah taxi yang melaju mendekat kearahnya. atea berlari menuju taxi yang sudah berhenti di depannya. tetapi sebelum atea berhasil membuka pintu taxi itu dan masuk ke dalamnya. tiba-tiba terdengar suara tembakan. door... ceeezzzz.. hanya sekali tembak dan tepat sasaran. tembakan tepat di ban mobil taxi yang akan di gunakan atea untuk melarikan diri. seketika angin di dalam ban mobil itu mulai keluar dan ban kempes. " Mampus aku! sepertinya aku terpaksa pulang kali ini. sial.. iblis tua ini temperamen dia tetap saja sekasar dulu dan seenaknya saja." kata atea yang menggerutu sendiri sambil berdiri di samping pintu masuk mobil itu. supir taxi keluar dan marah-marah kepada gadis cantik ini. "hei... nona, jika kau tidak mau naik taxi ku, maka jangan membuatku sial begini. kau harus ganti rugi semua ini sekarang juga." caci maki supir taxi itu sambil marah-marah dan meminta tanggungjawab dari atea. Jordan berjalan mendekat kearah atea yang sedang berdebat dekat supir taxi. Jordan memberikan beberapa lembar uang yang dirasa cukup untuk membayar kerugian dari supir itu karena ban mobilnya yang kempes. "Mampus deh! aku harus melakukan apa? dia sudah berdiri di depan mata. matilah aku, Jordan pasti marah." kata atea dalam hati. gadis cantik ini hanya bisa berdiri mematung dan hanya tangannya saja yang melambai untuk menyapa Jordan. " hai... sayang, ketemu lagi" ucap atea senyuman cengar-cengir penuh kepalsuan, di kepala gadis ini penuh dengan akal licik dan tipu muslihat. atea berusaha mencari celah Dimana dia bisa mencari kesempatan untuk kabur lagi. "setan kecil... ikut aku!" kata Jordan  yang menyeret tangan atea dengan kasar untuk masuk kedalam mobilnya. " sayang...sudah tiga tahun lebih, kenapa kau masih saja begitu tampan dan kuat" atea mengelus d**a Jordan dengan lembut untuk menggodanya. " anak nakal... sebaiknya kau jaga sikapmu atau kau akan menyesal, aku belum menghukum mu untuk 3 tahun ini" Jordan menarik dagu atea dan mendaratkan ciuman kasar di bibir mungil gadis ini. "emm..hmm...huuh" atea berusaha mendorong Jordan dan mencuri nafas, ciuman itu seperti membuatnya kehilangan nafas. " dasar kau iblis tua brengsek....kau sama sekali tidak berubah" maki atea dengan sepenuh hati. dalam pikiran atea, jika bisa memilih mungkin dia berharap tidak pernah bertemu dengan seorang Jordan. Jordan laki-laki yang lebih menyeramkan seperti monster, posesif dan mudah sekali emosi. ya... meski Jordan termasuk laki-laki yang tampan, kuat, kaya dan berkuasa, tetapi justru yang membuat atea tidak tidak leluasa di sampingnya. Jordan dan atea telah sampai dirumah Jordan. mereka berdua terun dari mobil, Jordan menggenggam erat tangan atea jika tidak begitu gadis nakal ini pasti akan kabur lagi. Jordan membuka pintu rumahnya. " masuk...atau kau benar-benar takut denganku, aku tidak menyangka saja seorang atea bisa ada hal yang ditakuti juga" sindir Jordan yang memang dengan sengaja memancing atea. " takut...kau terlalu meremehkan aku, memang apa yang harus aku takutkan darimu mayor jendral jor...dan" ucap atea sedikit menantang Jordan. bruaakk... ceklakk, suara pintu dibanting dan kemudian dikunci dari dalam. Jordan melemparkan kunci pintu ke vas bunga dipojokan ruangan. ia mulai mendekat ke arah atea yang sedang berdiri sekitar 3 meter darinya. " kau...apa yang aku inginkan" ucap atea yang mulai gugup. baginya Jordan yang sekarang ini tak layaknya seperti singa yang ingin memangsanya hidup- hidup. "aku ingin kau membayar kenakalanmu tiga tahun lalu" senyum licik Jordan. Jordan menarik tubuh atea dan melemparkannya ke sofa diruang tamu dan mulai mencumbunya. ------****------- hai readers.... Dukung novel ini dengan cara : 1. simpan di library 2. jangan lupa follow 3. tinggalkan komentar dan review terbaik terimakasih....
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD