Penghibur

1117 Words

Aliza duduk di sofa ruang kerja suaminya, baru saja pulang dari rumah sang papa. Matanya terus mengamati Gibran yang sibuk berkutat dengan setumpuk berkas, me-review banyak dokumen di hadapannya. "Jenuh banget di sini, aturan naik taksi saja pulang," gerutunya dongkol dipaksa ikut gara-gara suaminya keberatan mengantar pulang dan melarang Aliza naik kendaraan lain. Gibran mendengar gerutuan sang istri, ia melirik Aliza yang bangkit dari kursi serta berjalan ke sebelah jendela besar mengamati gedung-gedung pencakar langit. "Kamu kalau bosan mending bersih-bersih ruangan ini, biar berguna sedikit," komentar Gibran ketika istrinya tampak mondar-mandir, gadis itu menoleh dengan ekspresi geram. "Kamu dengar, Aliza!" Dia meneriakkan namanya melihat gadis menggemaskan di dekat jendela tida

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD