Gibran memukul setir mobil dengan kesal memilih keluar rumah hati-hati agar tidak membangunkan penghuni rumah, meninggalkan Aliza di kamar yang sejak tadi berusaha mencegah pergi. Dia berusaha menyangkal perasannya sendiri kalau sudah mulai menyukai istrinya. "Enggak mungkin! Fokus Gibran membalas Zelina!" Ia menyentuh rambut ke belakang dengan tangan. "Sial!" Lalu ia mencengkeram setir dengan emosi. Tidak seharusnya melibatkan perasaan pada pernikahan balas dendam ini. Gibran ingin Zelina menyesal telah berani bermain-main dengannya. Salah satu tempat yang bisa didatangi saat pikirannya ruwet adalah klub milik temannya. Gibran segera melajukan mobil ke klub tanpa pikir panjang. Setengah jam berlalu, sekarang Gibran sedang meneguk wine sebanyak lima sloki dan duduk di depan meja barten

