Ashley duduk di taman seorang diri. Tatapannya tertuju pada bunga layu didepannya. Seakan bunga itu mengibaratkan adalah Ashley, yang tengah layu di bawah teriknya sinar matahari. Air matanya tak kunjung berhenti menetes. Ashley juga enggak peduli dengan banyaknya orang, yang menatap Ashley heran. Apa lagi dalam keadaan menanggis. Mungkin banyak orang yang menganggap Ashley gila, menangis di taman seorang diri ditambah cuaca sangat panas. Cuaca yang enggak mendukung sama sekali, kalaupun mendung begitu masih mendukung suasana hati Ashley. Sayangnya siang ini enggak. Ashley mengusap air matanya dengan kasar. Dia mendengar ada sepasang kekasih yang sedang bertengkar. Apa lagi kasusnya si pria berselingkuh dengan temannya sendiri. Bahkan kalau di dengar pun hampir sama dengan Ashley.

