34

4156 Words

Tibalah hari dimana Alya dan Rendra akan berangkat ke Amerika selama empat hari. Batin Alya masih berusaha optimis percaya sepenuhnya pada Rendra, bahwa cowok itu nggak akan melakukan hal yang aneh-aneh selama dinas. Pagi-pagi jam 5 Rendra sudah menjemputnya. "Kita akan berangkat jam 06.30 pagi dan kau masih berniat tidur-tiduran disini ? Perlu aku cucikan mukamu pakai air cabe biar melek ?" Keluh Rendra sambil menghela napas. Alya bangkit berdiri dengan menguap lebar. "Gak usah makasih, aku udah bangun. Lagian aku sudah menyiapkan semuanya semalam. Kenapa harus berangkat sekarang, sih ? Jam 6 apa masalahnya coba." "Pagi-pagi Jakarta sudah mulai macet. Lagipula aku gak mau sampai kita telat naik." Rendra duduk di sofa untuk menunggu Alya membersihkan diri dan bersiap-siap. Pandangan R

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD