Aku masih merutuki kecerobohanku 3 hari yang lalu. Ya, hari dimana tanpa sengaja mulutku ini mengatakan kebenarannya di hadapan Layla. Aku tahu tindakanku sangat amat bodoh sekali. Aku pun juga baru tahu jika Layla memiliki sifat seperti itu, bermuka dua. Nyatanya juga, dia mencintai Rendra. Fine, oke fine. Aku sangat marah saat mendengar itu. Tapi apalah dayaku yang bukan siapa-siapanya Rendra. Mungkin inilah saatnya aku mengakhiri semua akting penuh kebohongan ini dengan Rendra. Sudah saatnya aku bertindak sebatas sekretarisnya saja. Dan sudat saatnya aku menjauhi kehidupan pria dingin arogan itu. *** "Lo kenapa deh ? Sudah 3 hari ini Rendra uring-uringan ke gue tau. Bilang kalo lo berubah, jadi dingin dan kayak menjauhi tuh anak." Tanya Selma dengan memicingkan sebelah mata. Aku men

