Hanin Luar Biasa

1735 Words

Setelah agak lama mereka berpelukan, Hanin kembali teringat dengan anak-anak. “Mas, sekarang kita sarapan, yuk. Anak-anak udah nunggu, Mas,” ajak Hanin pada Dewa. “Kamu aja ya, sama anak-anak yang sarapan. Biar ditemani Bibi. Mas masih belum sanggup ke luar. Biar Mas disini aja, gak apa-apa,” tolak Dewa halus. “Ya udah, kalau Mas maunya begitu. Hanin antar mereka dulu ke restoran. Nanti Hanin akan segera balik untuk bawain Mas sarapan. Tungguin, ya.” Setelah tangis dan sakit di hatinya, Hanin masih bisa tersenyum sembari mengelus kepala suaminya. Hanin melangkah cepat menyusul anak-anaknya di taman bermain. Mereka melangkah bersama menuju restoran hotel bersama Bibi. Begitu sampai dengan sigap Hanin mengambil berbagai macam makanan di piring untuk anak-anak, sementara mereka cukup duduk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD