Naka berjalan sambil menggerutu pelan ke ruang pemilik cafe. Sejak cafe ini di ambil alih oleh mantan suaminya beberapa hari lalu, hidupnya justru tak pernah tenang. Lihat saja seperti sekarang, saat ia tengah sibuk melayani pelanggan tiba-tiba ia harus di panggil ke ruangan yang di bencinya itu. Jika pegawai lain mungkin akan menebar senyumnya saat bertemu dengan pemilik cafe ini, maka tidak dengan Naka. Dengan menghela nafas pelan, ia mengetuk pintu yang ada di depannya. "Masuk," teriak dari dalam. Perlahan ia membuka pintu, baru saja masuk dan akan menutup pintu kembali ia merasakan seseorang memeluk kakinya. "Mommy." Naka terkejut saat mendapati putranya lah yang melakukan hal itu. Naka berjongkok menyamakan posisinya dengan Alen, "hi boy. Kenapa disini?" Gandha tak bisa menah

