"Mas.. sshh," lirih Naka meremas lengan Gandha yang melingkupi dirinya. Namun sayangnya hal itu tak memberikan efek apapun pada Gandha. Pria itu masih betah memejamkan mata mengarungi mimpinya. Bukannya apa, saat Naka melirik ke arah jam dinding yang menunjukkan pukul 2.43, artinya suaminya itu bahkan belum genap 2 jam memejamkan mata akibat lembur. Namun keadaan pun tak bisa berpihak padanya, perutnya terasa melilit bahkan teramat sakit. Naka yang sudah pernah mengalami ini sebelumnya faham, bahwa ini adalah saatnya ia melahirkan. "Mas.. ssa– kit," rintihnya lagi semakin kuat mencengkram lengan suaminya. Gandha hanya bergumam namun tetap tak bergeming dari posisinya. Naka semakin meringis, sungguh ia tak kuasa menahan sakit dan suami tercintanya ini begitu nyenyak sampai tak bergeming

