SENJA 3.3

925 Words

Naka sampai di cafe tempatnya memiliki janji temu dengan Angkasa dengan wajah tertekuk. Hal ini dikarenakan suaminya yang sampai saat ini belum memberikan kabar apapun kepadanya. "Udah lama," sebuah suara menyadarkan Naka dari lamunannya. Naka tersenyum tipis, "belum." "Maaf ya tadi kena macet, maklum lah Jakarta." Naka hanya mengangguk dengan senyum simpulnya. "Apa kabar?" Ucap Angkasa kembali membuka suara setelah beberapa saat hanya keheningan yang menyelimuti keduanya. "Baik, kamu?" Angkasa mengangguk sesaat, "kaya yang kamu liat. Alen gimana? Kaya nya nempel banget sama Daddy nya sampe aku di lupain," ujarnya terkekeh paksa. Naka menatap Angkasa tak enak, bagaimana pun selama dirinya di California Angkasa sangat memanjakan Alen. Bahkan pria di hadapannya ini lah yang Alen pangg

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD