Chapter 31

1413 Words

    Shana bangun dari tidurnya. Ia tidak menyangka kalau akan ketiduran masih sambil memakai masker. Shana belum mengecek jam dan langsung mengelupas masker wajah itu sebelum kelamaan menempel di wajahnya. Dikhawatirkan, kulit wajahnya yang sensitif justru iritasi.     Setelah mencuci muka, Shana kembali ke tempat tidur untuk mencari ponselnya. Ia perlu tahu sekarang sudah pukul berapa. Shana melotot tak percaya. "Jam dua pagi?!" ujar Shana syok berat.     Shana tidak menyangka dia akan tidur begini lama. Seingat Shana, setelah mengusir Arthur dari kamarnya, Shana kembali berguling-guling di kasurnya yang hangat dan nyaman. Maklum, dia masih merasa gelisah dan tidur menjadi solusi terbaik untuk melupakan masalah sejenak. Tapi ternyata Shana tidak tidur sejenak, ia tidur berjam-jam dari s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD