SELAMAT MEMBACA *** Rey baru datang dari halaman belakang melihat istrinya duduk di sofa sambil mengelus perut nya yang terlihat membuncit. “Kenapa perut nya sayang, sakit?” Rey ikut duduk di samping Rara. “Coba pegang deh kak?” Rara menarik tangan suaminya untuk meyentuh permukaan perut nya. Rey merasakan tendangan yang sangat keras dari dalam perut Rara. “Sakit ya?” Rey melihat wajah Rara yang sedikit pucat membuat Rey merasa khawatir. “Hemm, lumayan. Nendang nya kenceng banget ...” “Sayang jangan kuat – kuat nak nendang mami, kasian sakit ya. Kamu kan anak baik, anak baik nurut sama papi ...” Rey berbicara dengan lembut kepada calon anak nya. “Mujarap dia diam, tau gitu dari tadi kakak aku panggil.” “Memang sudah dari tadi ya?” “Iya dari tadi, aku sampai nyeri sendiri. Dia a

