SELAMAT MEMBACA ***** Rara terbangun ketika hari sudah malam. Dia kembali memeriksa suhu tubuh Rey, syukurlah panas nya sudah turun. Rey membuka mata nya kala merasakan seseorang menyentuh kening nya. "Kakak sudah bangun. Apa aku mengganggu istirahat mu. Tidur lah kembali jika masih pusing." Rey tak menjawab perkataan Rara dia sibuk mengamati wajah istri nya itu menikmati setiap sentuhan yang di berikan oleh istri nya. "Apa masih pusing, kakak butuh sesuatu." Rara kembali bertanya saat tak mendapatkan respon dari suami nya. "Tidak, kakak sudah sembuh. Kakak hanya butuh kamu sayang." Mereka berdua sama -sama terdiam, larut dalam pikirannya masing masing ... "Entah apa yang telah ku perbuat di kehidupan yang lalu hingga tuhan menghadiahkan sebuah permata indah. Menjadikan warn

