Ada beberapa orang dalam ruangan itu sedang menyembunyikan senyuman mereka. Seolah-olah dalam hati, mereka berteriak untuk sebuah kemenangan. Tapi raut wajah Olive yang tegang, justru menjadi candu bagi yang lainnya. “kamu yakin Liv? apa kamu diancam sama seseorang? Atau mungkin kalian bikin sebuah rencana tanpa sepengetahuanku lagi?” Akila masih memasang raut wajah tegas nya. Ia tidak membiarkan pertahanannya goyah sedikitpun, hanya untuk terbaca oleh Olive. Wisnu merasa situasi semakin keruh. Ia merasakan Akila justru menekan Olive lebih tegas. Ia tidak ingin menantunya merasa lebih tertekan, dan pada akhirnya Olive mengambil keputusan yang tidak-tidak “Akila! Kamu ini gimana? kamu harusnya dukung keputusan Olive! kenapa kamu makin menekan dia kayak gitu!” Wisnu menegur putrinya Oli

