Lelah disekujur tubuh membuat Olive tertidur lebih cepat. Abian belum menjawab apapun tentang pertanyaan Olive. Tapi bukan berarti Olive melupakan pertanyaan itu. Mata Olive terbuka, tangannya meraba-raba ke bagian samping. Sosok itu tidak tersentuh oleh tangannya, membuat Olive langsung mengganti posisinya duduk “Bian?” Olive mengitari kamarnya mencari keberadaan suaminya itu “Astaga, baju gue mana?” Olive baru menydari tubuhnya tanpa balutan pakaian. Ia menarik selimutnya tergesa-gesa seolah-olah akan ada yang datang mengintip dirinya. Tanpa sengaja mata Olive beralih melihat sprey nya. Bercak noda darah membentuk pulau kecil disana. Fikiran Olive teringat tentang apa yang terjadi tadi malam. Ia mengelus bibirnya, lalu tiba-tiba tersenyum. tadi malam mungkin ia belum merasakan kenimat

