Kabar yang seharusnya menggembirakan justru mendadak menjadi masalah basar, yang rasanya tidak terbendung oleh Abian. Ia kesal dengan pemikiran Olive yang kekanak-kanakkan, namun ia juga hanya ingin tau alasan terbesar Olive untuk berkata seperti itu. Kenapa? Mengapa? Bagaimana bisa? Awalan pertanyaan itu sudah berputar-putar tidak menentu di benak Abian. Begitu banyak pasangan suami istri di luar sana , yang mengharapkan kehadiran momongan, namun istrinya disini justru ingin menghilangkan kebahagiaan itu. Abian keluar dari kamar untuk sejenak, ia menenangkan diri dan membuat isi kepalanya netral lebih dulu. Ingin rasanya ia memaki, tapi tidak! ia tidak diajarkan untuk mengasari wanita secara fisik maupun verbal. Ia memiliki seorang kakak perempuan dan dua ibu yang juga ia hargai sebaga

