Malam itu adalah pertengkaran terberat untuk Olive dengan Dira. Persahabatan mereka tidak goyah sekalipun badai menghadang. Angin p****g beliung bahkan tidak bisa menghalau ikatan persahabatan mereka. Olive menyadari maksud dari amarah Dira adalah untuk kebaikannya. Meskipun terbesit dihatinya rasa kesal. karena tiba-tiba saja Dira berubah diluar dugaan Olive. Yang ada di fikiran Olive, esok pagi Dira akan kembali menjadi sahabatnya yang ceria. Tapi nyatanya? Dira benar-benar berubah. Ketika berpapasan dengan Olive, tidak ada sapaan yang berarti. Dira bersikap cuek seolah-olah Olive tidak terlihat. Ketika Olive mencoba untuk menghampiri Dira ke apartemennya, Dira terkadang mengunci pintu apartemennya. Bahkan ia sudah jarang berada di apartemennya. “Jadi Liv! om udah susun bagan ini sebel

