"Putri!" panggil Dekker seraya menjajari langkah Anindita yang semakin lama semakin cepat. "Diam!" jawab Anindita singkat. Setelah mereka cukup jauh dari tepian Ranu, terdengar ledakan keras dari kejauhan. "Apa itu?" ujar Anindita yang seketika menghentikan langkah dan spontan menoleh. "Apakah Erlangga baik-baik saja," lanjutnya sembari hendak berjalan berbalik arah. "Tunggu!" cegah Dekker. "Sebaiknya kita terus berjalan, jangan kembali. Dia pasti sangat marah padamu. Aku khawatir dia lepas kendali dan menyerangmu." Anindita tampak ragu, dan segera menarik lengannya agar terlepas dari genggaman Dekker. "Iya kau benar. Elang pasti sangat kesal padaku," timpal Anindita seraya kembali berjalan menjauh dari tempat itu. "Apa yang kau lihat di dalam goa?" tanya Dekker kemudian. "Tempat

