Kembali Padamu

1412 Words

Setelah ajrak yang kami tempuh cukup jauh, Erlangga mulai melambatkan jalannya. Kami pun mulai berjalan beriringan dengan tidak tergesa-gesa. Napasku lega, dan kembali teratur, setelah rungsing sejak pagi tadi. Erlangga tidak menoleh padaku sama sekali, pandangannya lurus ke depan. Di kejauhan, terlihat sebuah bangunan seperti dua gapura. Namun, tidak terlalu terawat. "Kita istirahat di sana sebentar," ujarnya. "Apa itu?" tanyaku. "Gerbang masuk istana Wonokitri, tapi dari sisi belakang," jawabnya. "Oh." Melewati gerbang itu, kami berjalan di atas jalan setapak yang seperti disusun dari bebatuan alam. Aku melihat sekeliling, halamannya memang tidak terawat. Ada beberapa bangunan yang tampak ditutupi tumbuhan menjalar. "Sudah rusak ya?" komentarku lagi. "Iya, istana ini jarang d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD