Identitas Yang Sebenarnya

1610 Words

           Pemuda jangkung itu terduduk lemah dengan bersandar pada batu besar di belakangnya. Napasnya ngos-ngosan dengan keringatnya yang bercucuran pada pelipis. Tubuhnya terasa makin kelelahan, seakan tidak ada tenaga untuk sekedar berdiri. Ia merunduk dalam, sampai tubuhnya meringkuk perlahan di tanah. Tiduran di atas rumput mati itu dengan mencengkram kedua rambutnya kasar. Ia merasa kepalanya seperti terbelah dua, terasa begitu menyakitkan sampai tidak sadar air matanya mengalir begitu saja pada kelopak matanya. Sosok bertubuh tegap itu kembali menggulingkan tubuhnya ke kiri dan kanan, tidak kuasa menahan rasa seperti terbakar di dalam tubuhnya. Karena menahan sakit, matanya sampai memerah padam. Ia kesakitan sendirian dengan napasnya yang terdengar tidak teratur, tangannya samp

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD