31. Pengakuan Tak Langsung

1088 Words

Tanganku sudah hendak turun dari lantai dua ketika langkah kaki terdengar dari arah tangga. Aku menoleh. Bianca berdiri di sana, satu anak tangga di atasku, seolah sengaja mengambil posisi lebih tinggi. Tangannya bersedekap, senyum tipis menggantung di bibirnya, senyum yang membuat dadaku mengeras. “Mau ke mana?” tanyanya santai, padahal matanya tajam menelanjangiku. Aku menghela napas pelan. “Minggir, Bianca," kataku pelan. Dia tidak bergerak. Justru turun satu anak tangga, cukup dekat untuk membuatku harus mendongak sedikit. “Pergi ya?” katanya, nada mengejek. “Lucu.” Senyumnya semakin tampak sinis. “Aku nggak punya urusan sama kamu,” jawabku datar, dan kembali melanjutkan langkah kaki di anak tangga. “Oh, tapi aku punya,” balasnya cepat. Menghentikan langkah kakiku. “Kalau kam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD