Dimas lagi-lagi berulah. Selesai berenang dan mandi, dia tidak mau Calista mengoleskan minyak kayu putih ketubuhnya. Dan karena Calista memaksa, seperti biasa, jika berada di rumah Omanya maka Dimas akan menjerit kuat dan menangis sekuat yang dia bisa sampai Oma dan Opanya datang lalu membujuknya meski tetap gagal. “Udah, Ta, nggak usah pakai minyak kayu putih. Pakai baju aja langsung.” Tegur Papa. “Tapi baru abis berenang lama banget, Pa. Nanti masuk angin. Minyak telonnya juga belum ini.” Jawab Calista. Dia memang memakai dua minyak berbeda untuk membaluri tubuh putranya. Minyak kaya putih untuk perut dan punggungnya agar hangat, lalu minyak telon untuk kaki dan tangannya untuk menghindari gigitan nyamuk. Sejak Dimas kecil, Calista sudah biasa melakukan itu.

