Gue nggak bisa tenang sedetik pun sejak kemarin. Sejak Calista menemukan gue berada di kamar Renata subuh itu, nggak ada percakapan apa pun lagi di antara gue dan Calista. Waktu itu, setelah dia melihat gue di sana dan gelas yang dia pegang terjatuh, Calista hanya memandangi kami dengan wajah shock. Gue baru melangkah satu kali untuk membawanya pergi, tapi Calista malah memunguti pecahan kaca tanpa mau menghiraukan gue. Bahkan ketika kami kembali ke kamar pun, yang Calista katakan saat gue mau memulai pembicaraan hanya lah jangan sekarang, Van. Ini benar-benar petaka! Gue merasa belum mati tapi raga gue seolah sudah berada di neraka. Semua petaka ini di mulai ketika gue hampir terlelap dan Renata menelefon. Nggak, gue nggak meneri

