Dimas baru saja bangun dari tidurnya. Begitu menemukan kedua orangtuanya berada dikedua sisinya, bocah kecil itu tersenyum lebar. Dia memeluk Calista, mencium pipinya kuat-kuat hingga Ibunya itu melenguh pelan. Kemudian Dimas melakukan hal serupa pada Revan sampai Ayahnya terbangun. “Selamat pagi, Ayah...” ucap Dimas riang. Revan tersenyum kecil lalu memeluk Dimas erat. “Selamat pagi, Dim.” Balasnya sambil menciumi kepala Dimas. “libur ya hari ini?” “Iya, kan udah terima raport.” “Dimas hebat, dapat peringkat tiga di sekolah.” “Tapi kata Ibu, lebih hebat lagi kalau Dimas dapat peringkat satu.” “Iya, peringkat satu itu memang yang paling hebat. Tapi Dimas dapat peringkat tiga juga udah hebat kok, Ayah bangga sama Dimas.

