Fabiyan Pratama. Empat tahun yang lalu menjadi awal pertemuanku dengan Elena Al-Madinah. Perempuan pertama yang memandangku hanya sebagai 'Aby' tanpa embel-embel 'Pratama'. Terlahir dan di besarkan serta di didik sebagai pewaris tunggal menjadi beban tersendiri untukku. Bisa kalian bayangkan bagaimana rasanya hidup di bawah kendali? Apapun yang terjadi di dalam hidupku telah di atur. Sejak TK hingga SMA aku habiskan sebagai siswa Homeschool dengan puluhan guru private setiap harinya. Positif-nya , di usia sepuluh tahun aku telah menguasai lima bahasa lalu di usiaku yang ke tujuh belas aku telah terjun ke dunia bisnis. Tapi di balik keberhasilan itu selalu ada yang di korbankan bukan? Di usiaku yang ke dua puluh tahun , aku mengalami depresi karna tekanan yang ku terima hingga harus men

