Flashback on*
Setelah perkenalan tadi , semua kembali ke kubikel masing-masing. Menyisakan aku yang masih anak baru ini hanya bisa mengamati pergerakan para senior. yang sayangnya tidak menunjukan tanda-tanda berfaedah selain sibuk dengan ponsel masing-masing.
Di kubikel pertama , ada Mbak Dewi.
Janda beranak tiga yang saat ini sedang asik dengan drama korea era joseon.
Aku berada di kubikel kedua , setelahku ada kak Nita yang lebih nyaman ku panggil KaNit. Masih single dan hobby baca , dengar dan nonton berita. Terutama berita politik.
Setelah KaNit ada Mas Dion.
Dengan perawakan yang cukup laki , cukup tinggi dan cukup berisi itu ternyata fanboy Blackpink. Catat!
Sekarang aja dia lagi dengerin lagunya Blackpink - Boombayah.
Beralih ke kubikel di depan Mbak Dewi. Di huni oleh Mas Hendra , pria beristri dengan tiga anak itu hampir seumuran ayahku tapi style nya ala-ala oppa korea. Hujan badai sampai panas terik sekalipun beliau akan selalu memakai kemeja yang di lapisi sweater persis seperti Lee min ho. Katanya!
Fakta baru setelah seminggu kerja disini , Aku pernah ketemu Mas Hendra di Mall lagi belanja samyang guys. Men-ce-ngang-kan !
Di samping Mas Hendra , ada Mas Indra.
Sepuluh tahun lebih tua dariku. Setiap kata yang keluar dari mulutnya menjadi hiburan tersendiri untuk penghuni ruangan ini. Mas Indra ini tingginya hampir sama dengan Mas Dion , hanya saja Mas Indra putih dan badannya gak sebuntel Mas Dion. Oh ya! Mas Indra ini walaupun statusnya masih di pertanyakan tapi bukan berarti dia belok ya , selain ngelawak dia juga hobby nonton drama atau serial Turki. Bahkan ada beberapa pekerjaan yang tertunda gara-gara sibuk nonton Abad kejayaan yang episodenya panjang , saking panjangnya sampe skarang juga belum ada tanda-tanda mau tamat.
Selain kerja disini , Mas Indra juga punya pekerjaan sampingan sebagai tukang kredit yang nawarin hp , laptop , tv , kulkas , motor , bpkb hingga pinjaman. Jika anda mendengar suara-suara gaib yang menawarkan promo , abaikan aja! Nanti juga diem sendiri.
Dan , kubikel terakhir ada Vian. Kelahiran tahun dua ribu yang tidak pantas lagi di sebut Abg , di usianya yang masih sangat muda sudah menyandang status sebagai seorang suami dan Ayah dari satu orang anak. Vian ini agak mirip sama Pak Presiden , kalau Pak Presiden terlihat berwibawa si Vian ini kelihatan berat beban hidup. Raganya disini tapi roh nya melayang entah kemana.
Masih dengan keterkejutanku , Mbak Dewi berbisik pelan "santai aja , kita kalau lagi kosong berasa lagi di pantai". Ujarnya terkekeh
Aku mengangguk mengerti dan santai kayak di pantai versiku di mulai setelah mendapat bisikan dari Mbak Dewi itu.
Buka Webtoon , Webcomics , m*******n , w*****d , Drakor.id , Youtube , Ucbrowser lalu s****e.
Alhamdulillah , serangkaian kegiatan itu berlaku dari senin sampai jum'at tanpa mengabaikan pekerjaan utama.
Flashback off*
Hampir setahun bekerja disini , kadang ruangan yang biasanya berasa kayak lagi di pantai itu bisa tiba-tiba hening , gak kalah hening dari kuburan di malam jum'at. Perubahan suasana itu di tentukan dari kondisi muka Pak Haidar setelah keluar dari ruangan si Bos.
Jika kondisinya mengenaskan , dapat di pastikan bahwa Hamba Allah yang baik hati baru saja menerima siraman rohani dan akan di lanjutkan oleh Pak Haidar sebagai pencerahan kepada kami para kaum kuaci ini.