"Nana..." Deg! "Elena kan?" Deg! Suara yang terdengar familiar itu langsung menghentikan tawa kami saat itu juga dan perhatian kami pun tertuju pada orang yang baru saja duduk di hadapanku saat ini , setelah memeluk Rifal dengan semangat layaknya anak kembar yang lama di pisahin. Tu-tunggu! Kok Rifal bisa kenal sama Irzy? Bagaimana bisa? Sejak kapan mereka sedekat itu? Duh! Geger nih otak gue. "Apa kabar?" Laki-laki itu menatapku dengan senyum manisnya yang pernah meluluh-lantahkan hatiku di jaman putih abu-abu , lalu di tinggal saat lagi baper-bapernya. "Hah?" Aku diam selama beberapa detik , kenapa harus senyum sih! Gak tau apa kalo gue deg-degan , kampret! "Di tanyain malah bengong" Rifal menyenggol tanganku "Oh h-hai! Sorry , ngomong apa tadi?." Tuh kan! Kenapa gugup gini

