BAB 38

1557 Words

BAB 38 Kasih sekuat tenaga meronta, tetapi salah satu tangan melingkar kuat pada perutnya. Lalu tiba-tiba bekapan itu pun memudar dengan sendirinya seiring dengan rontaan dia dan tangan yang memegang handuk kecil itu beralih memeluknya. Kasih sudah hampir menjerit seandainya tak sadar dengan bau maskulin yang menguar. Tiba-tiba kepala orang yang merengkuhnya dari belakang itu bertumpu pada pundak kanannya dan menjadikan wajah mereka sejajar, pipi mereka hampir bersentuhan. “Mas, ih. Gak lucu.” Kasih melempar protes pada lelaki yang kini memeluknya dari belakang itu. “Kalau pengin lucu, lihat badut,” jawabnya tanpa mengubah posisi tubuhnya yang merengkuh Kasih dari belakang. “Aku kira, aku diculik.” Kasih masih mengatur napas turun naik karena dirinya benar-benar merasa takut. “Yang b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD