BAB 42

1417 Words

BAB 42 Rasa sakit menjalar pada sekujur tubuhnya. Kepalanya terasa berat dan berdenyut. Vania mengerjap, menyesuaikan dengan pijar lampu yang merambat. “Aduh.” Vania melenguh. Rasa ngilu pada pundak sebelah kanan dan kepala membuatnya tak bisa menyembunyikan rasa sakit. Namun, tiba-tiba dia mengedar pandang. Sekelebat bayangan wajah bengis tiga orang yang memburunya berlarian. Vania memekik ketakutan dan menutup wajahnya. “Pergi! Pergi ... pergi!” Derit pintu kamar di mana dia dibaringkan terdengar terbuka. Vania masih menjerit-jerit seraya menutup wajahnya. “Sudah sadar rupanya, mbaknya. Tenang … di sini kamu aman.” Terdengar suara seorang perempuan yang membuat Vania membuka mata dan menoleh ke arahnya. “K-kamu siapa?!” bentak Vania masih dalam kondisi ketakutan. Perempuan dengan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD