Rania tidak pernah menyukai kejutan. Terutama tamu yang datang tanpa janji. Sejak dulu, ia sudah paham aturan ini. Apalagi sesuatu yang berkaitan dengan orang luar negeri karena Arka tidak pernah memberinya izin untuk ikut serta dalam urusan di sana. Ia hanya menguasai apa saja yang ada di Indonesia, pun atas keinginan dan izin keluarga Atmadjaya. “Ada tamu, Nyonya. Dari luar negeri.” Rania menghentikan gerakan tangannya. Cangkir porselen di jemarinya tak langsung ia letakkan. Matanya mengerjap sedetik dan menoleh lembut. “Luar negeri? Siapa?" “Beliau memperkenalkan diri sebagai Wang Lin Yu. Rekan dari Tuan Arka di Shanghai." Nama itu jatuh penuh aroma firasat buruk. Tapi, Rania tidak berusaha untuk mengusirnya. Rania tersenyum tipis dan manis, senyum sosial yang terlatih beberap

