20

1761 Words

Satu jam sebelumnya. Andrew terlihat sangat khawatir ketika memandang wajah tertidur sang istri yang kini berada disampingnya, berbaring dalam keadaan terpejam kedua matanya. Ia mengusap kening Rachel berulang ulang lalu kecup tangannya. Tanpa sadar yang dilakukannya itu justru membuat Rachel terbangun. "M-mas An.." ucap Rachel. "Kamu sudah bangun sayang.. sudah kamu tidur lagi.. maaf Mas mengganggumu tertidur. Mas hanya merasa sangat takut kehilanganmu." ucap Andrew. Rachel tersenyum. "Iya mas.. enggak apa apa kok.. aku baik baik aja sekarang. Tapi bayi kita enggak apa apa mas? kata dokter gimana?" tanya Rachel cemas jika terjadi sesuatu dengan kandungannya. "Kamu hampir mengalami pendarahan. Tapi sekarang sudah tidak apa apa, dokter sudah menanganinya. Kamu jangan mikir yang macem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD