Kejutan Diyyara

768 Words
Kemarin Diyyara meminta Arka untuk berangkat lebih pagi, sebab Diyyara ingin di antar ke suatu tempat. Namun tak seperti biasanya, Arkana menangkap sesuatu yang berbeda dari Diyyara kali ini, gadis itu sebelumnya tak pernah merahasiakan tempat tujuannya, belum lagi pertanyaan ambigu yang gadis itu tanyakan, bahkan perkataannya seperti seseorang yang hendak pergi. Entahlah Arkana tak mengerti, ia hanya ingin cepat sampai ke tempat yang Diyyara tuju, agar terjawab segala tanya hatinya. "Ada apa dengan kamu sebenarnya Dy? " guman Arkan dalm hatinya “Ka maaf yah, aku banyak ngrepotin kamu.” ucap Diyyara sembari menoleh ke arah Arkana dengan wajah muram. inilah yang Arkana pertanyakan sedari tadi, perkataan Diyyara tidak lepas dari hal-hal seperti itu, seperti seseorng yang hendak mngucapkan kalimat perpisahan. “Gak papa Mbak Diyyara” jawab Arkana, berusaha bersiakap biasa saja meski hatinya penuh tanya. “Jangan manggil Mbak ahh klo di luar kantor, kan aku udah bilang, aku tuh lebih nyaman kalo di panggil nama ajah, kita lagi di luar Ka, lagian harusnya gitu kan Ka.” “Eee...Iya maaf Diyy, aku suka lupa.” jawabnya lagi, kali ini di iringi tawa kecil membuat lelaki berhidung bangir itu terlihaat lebih menawan, hingga Diyyara pun sempat tertegun sepersekian detik, lalu berusaha terlihat biasa saja. “Nah gitu dong,” dengan mencubit manja pipi Arkana. Arka terus beradu dengan kekacauan batin dan rasa bahagianya, seraya memperhatikan jalanan di depan dan mengontrol fokusnya pada kemudi. Tak berapa lama, Diyyara mengarah kan Arkana untuk belok kanan memasuki area bussines park, sampai di parkiran sebuah butik di antara beberapa ruko yang terlihat mewah, dengan label tulisnnya “SERYL BOUTIQE.” “Ohh kita ke butik Dy?!” “Eee...iya ka, Yuk masuk ka.” krincing.. . . Lonceng berbunyi saat Diyyara mendorong pelan pintu kaca yang masih tergantung tanda " Close". Diyyara berjalan masuk menuju meja resepsionis, melewati beberapa pekerja yang sibuk dengan alat kebersihan, maklum saja Diyyara memang datang sebelum jam oprasional boutiqe sebab ia sudah membuat janji temu dengan Syeril si empunya tempat. “Permisi Mbak...Ibu Sherylnya ada?” tanya Diyyara sopan. “Ada bu,” jawab resepsionis sembari tersenyum ramah “Sudah buat janji bu?” sambungnya sambil tersenyum pada Diyyara. “Udah mbak.” “Maaf dengan ibu siapa?” resepsionis menanyakan nama Diyyara. “Diyyara Ruby Ranumaya,” jawab Diyyarra. “Oh iya sebentar,” resepsionis melihat catatan schedule Syeril hari ini, dan tertera nama Diyyara, lalu mnyampaikan kedatangan Diandra, melalui sambungan intercom pada atasannya. “Maaf bu, ini ada Ibu ‘Diyyara Ruby Ranumaya,’ ujar resepsionis pada atasannya ketika bicara di dalam telfon. “Oh iya baik bu Sheryl,” jawab si resepsionis sopan seraya menutup telfon. Tidak terlalu lama, perempuan cantik dengan pembawaan santai, menyapa Diyyara. “Haay Diyy,”sapa Sheryl berjalan menghapiri Diyyara dengan gadis itu menerima pelukan hangat Seryl kepadanya. “Yuk! masuk ke ruang display, mas Gantennya juga.” ajak Syeril pada Diyyara dan Arkana. Arkana pun mengekori langkah dua perempuan cantik itu menuju suatu ruangan yang cukup besar yang hampir semua berisi gaun pernikahan degan design modern, dll membuat Arka tercengang, namun tetap berusah menetralkan dirinya. Sebab ia pun belum tau apa tujuan Diyyara membawanya kemari. Langkah Arkana terhenti pada gaun putih dengan design sederhana namun elegan, ia tersenyum membayayangkan betapa cantiknya Diyyara jika mengenakan gaun itu di pernikahan mereka. " Ah, indah sekali pasti kau akan sangat anggun, Diy" Namum segera Arka tepis bayangan itu, meski ia sanggat mengiginkan Diyyara, tapi untuk saat ini dirinya belum pantas bersanding dengan gadis jelita itu. "Tunggu aku Dy, jika waktunya tiba, akan ku wujudkan semua impian mu" "Ka, Arka, Arkana.. . " panggilan Diyyara menarik Arkana kembali dari lamunan. gadis itu tersenyum "Sini Ka, duduk" sambil menepuk sofa kosong di sisinya. “Oh iya Diyy, gimana masalah fitting buat calon suami mu Diyy, buat fitting awal ini,” membuka percakapan, mbak Sheryl menanyakan masalah pengukuran baju. “Oh iya mbak Sheryl, perkenalkan ini temen aku Arka, kayaknya ukuran tubuhnya sama deh Mbak, sama calon suami aku, jadi untuk sementara kita bisa fitting sama Arkana dulu” jawab Diyyara sembari mmperkenalkan Arka. “Diyyara minta maaf banget mbak Sheryl, kemarin aku Cancel, sialnya Calon aku ada kerjaan luar kota, mbak,” sambung Diyyara. “Ohh iya Diyy gak papa, nanti masih ada fitting akhir Dy. Lagian perawakan mereka hampir sama ko beda nya Arkan lebih tinggi dikit kayanya, soalnya waktu itu kan Mbak udah kenalan sama calon kamu minggu lalu di rumah, " ucap Syeril santai, dua wanita itu berbincang ria tanpa ada yang tau gejolak hati Arkana saat mendengar perbincangan mereka. "Apa aku tak salah dengar, Dy? "
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD