Satu minggu kemudian... Sudah satu minggu sejak kejadian ta'aruf yang gagal saat itu. Kini Silvia lebih banyak diam dari biasanya dalam bersikap kepada keluarganya. Bukan karena masih merasa marah atau apa, hanya saja, Silvia takut setiap ucapan yang keluar dari mulutnya hanya akan dianggap sebuah kesalahan dan menyakiti kedua orang tuanya. Karena tepat setelah acara ta'arufnya gagal saat itu, Abinya marah besar. Abi nya menyalahkannya yang tidak bisa menerima pria sebaik dan sehebat Bagas. Ya, itu karena Bagas sudah mandiri dan merupakan seorang dokter. Entah mengapa Abinya itu terasa terlalu berambisi untuk menjodohkannya. Padahal Silvia sudah menjelaskan situasinya kepada Abinya tentang kenapa dia menolak ta'aruf itu tapi, Abinya seolah tidak mau mendengarnya dan tidak mau mengerti.

