"Oh... iya-iya, Pak. Email bapak yang satunya? Bentar saya tulis dulu. Iya-iya udah. Eh... jangan tutup dulu, Pak. Saya pengen tanya sesuatu. Alana gimana kondisinya? Udah baikan, 'kan?" ucap Silvia saat berbicara dengan Alfian dalam sambungan telepon itu. Dan kini Silvia sudah duduk di meja kerja yang ada di kamar Alfian di sana. Ya, laptopnya sudah menyala sejak beberapa saat yang lalau tapi, karena itu laptop orang, Silvia sedikit kaku saat menggunakannya. Terlebih juga dia merasa takut karena ya, merk laptop itu tidaklah mudah untuk dimiliki sembarang orang karena harganya yang cukup mahal. "Alana? Oh... ya ampun, saya lupa ngabarin kamu, ya. Sebenernya kemarin ada perkembangan, saat saya ajakin ngobrol dia dana bilang kalo kamu kasih dia hadiah. Tapi hari ini kondisinya kembali ti

