Episode 15

1531 Words

Rindi terlihat melamun di atas brangkarnya, ia melirik ke ambang pintu ruangan. Ia terus menunggu kedatangan seseorang yang begitu ia harapkan, tetapi rasanya sangat mustahil. 'Kamu dimana, Per? Kenapa kamu tidak pernah datang? Sebegitu cepatnya kamu melupakanku?' Tak lama Randa masuk dengan membawa makanan, ia tersenyum manis kepada Rindi seraya menyimpan makanannya di atas nakas. "Ran," "Hmm," "Boleh gue meminjam handphone loe." "Untuk apa, Rindi?" Randa mengambil duduk di kursi di samping brangkar. "Oh iya, Daffa sebentar lagi akan datang." "Kenapa loe terus menyuruhnya datang? Gue gak suka sama dia," ucap Rindi tampak kesal. "Astaga Rindi, buka mata loe. Apa yang kurang dari Daffa, dia tampan, populer, baik juga." Puji Randa. "Bahkan hampir semua wanita di Negara kita menginginka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD