Rindi baru saja kembali dari taman, ia hendak masuk ke dalam rumahnya tetapi di tahan oleh seseorang. Rindi menghela nafasnya saat tau siapa pria yang menahannya itu. Daffa... "Aku mohon dengarkan aku dulu." "Apa kamu tidak lelah terus membuntutiku?" tanya Rindi yang kali ini merasa lelah menghindari Daffa seperti beberapa minggu sebelumnya. Daffa sungguh tidak pernah menyerah. Daffa memegang setiap sisi kursi roda yang di duduki Rindi. Ia duduk rengkuh di hadapan Rindi. Rindi menatap Daffa yang mengeluarkan sesuatu dari dalam saku jaketnya. Tatapan Rindi menatap wajah Daffa yang jauh dari kata baik-baik saja. Bahkan bulu-bulu halus sudah tumbuh di rahangnya. Lamunan Rindi tersadar saat Daffa menyentuh tangannya. Ia melihat apa yang hendak Daffa pasangkan di jari manisnya. "Menikahlah

