Acara yang di tunggu-tunggupun datang, Rindi terlihat cantik dengan balutan gaun pengantin berwarna putih tulang. Gaun sederhana tetapi terlihat begitu elegant. Senyuman tak urungnya memudar dari bibir Rindi di depan cermin. "Cieee akhirnya nikah juga." Randa sang saudara kembar memeluk Rindi yang duduk di atas kursi roda dari belakang. "Gue sangat gugup," ucapnya membuat Randa terkekeh. "Tenanglah, semuanya akan berjalan lancar. Ya Tuhan Rin, loe cantik sekali," bisik Randa. "Loe juga," kekehnya. "Wah wah, lihatlah ini. Si gadis pemurung sekarang sudah bertemu pangerannya," goda Samuel membuat Rindi terkekeh. "Terima kasih Sam," "Kita di duluin juga, Hon." ucapnya membuat Randa mengangguk. "Siapa suruh kalian menundanya terus, jadi ya aku duluin," kekeh Rindi. "Tapi kita senang

