"AH SIALAN!" Percy memukul samsak di depannya. "MARTIN k*****t!" Verrel tak kalah emosinya, dia juga memukuli samsak lainnya yang bersebelahan dengan Percy. "Mereka pikir gue ini apa, seenaknya mereka oper kesana kemari. Sialan!" "Dia pikir kali ini gue bisa menerimanya! Sebenarnya dimana perasaan dia, dia kembali berselingkuh di belakang gue, SIALAN!" pekik Verrel yang juga memukuli samsak di depannya. "Gue akan meninggalkan mereka berdua, mereka pikir gue tidak bisa berontak dan berbelok dari jalan ini?" amuk Percy. "Kenapa wanita itu semakin di cintai, malah semakin menyakiti!" pekik Verrel. "Setuju! kali ini gue setuju dengan ucapan loe!" Verrel menengok ke arah Percy. "Sudah seharusnya loe setuju," ucap Verrel membuat Percy mengedikkan bahunya acuh. "Kita harus memberi merek

