Episode 22

1244 Words

Pagi itu Rindi sudah bangun dan hanya duduk bersandar di brangkarnya. Tangannya memainkan kalung malaikat yang dulu di berikan Percy.  "Hay nona jutek!" Rindi menengok ke ambang pintu dan terlihat Daffa datang dengan menggunakan jas formalnya berwarna hitam. "Kamu baru menghadiri pemakaman siapa, Tuan?" ucapnya menatap Daffa dari atas hingga bawah. "Yang benar saja, aku baru selesai syutting dan mendapat peran sebagai pengusaha muda." "Bukan dirimu sekali," kekeh Rindi tanpa sadar dengan matanya yang masih menatap Daffa. "Pantas saja semalam hujan deras sekali, ternyata ada pelangi yang hinggap di diri kamu pagi ini, sampai wajahmu berseri cantik." Rindi terkekeh mendengarnya. "Modusmu itu sangat urakan!" Daffa terkekeh mendengarnya dan duduk di samping brangkar. "So, apa kamu berni

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD