52. Mencintai Dia Selamanya

1001 Words

"Aku tahu... kenapa kalian datang kemari. Aku sudah tahu." Ujar Gustav, dia berkata dengan tegas dan terus menatap Divya pada bola matanya. "Gustav... aku bisa jelas—" "Tidak perlu." Potong Gustav lagi saat Divya mencoba memberi pengertian agar rasa bersalah dan kesalah pahaman tidak terjadi semakin membersar diantara mereka. "Kamu tidak perlu mengatakan apa pun lagi, Divya.. Karena aku sudah tahu. Biarkan ini seperti ini saja, aku tidak ingin mendengar keputusan itu dari mulutmu." "Gustav....," ucap Divya lirih. Divya sudah terisak mendengar nada bicara Gustav yang tercekat dan terlebih memintanya untuk tidak mengatakan keputusannya. Seolah lebih baik pria mati tanpa harus mendengar kapan vonis hukuman mati itu dijatuhkan. Haydan hanya mampu terdiam di antara Divya dan Gustav. Meskpun

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD