Chapter 158

1049 Words

Sisca turun ke bawah mendapat kernyitan oleh Satya dan Excel yang melihat grandma nya turun sendiri dan tersenyum manis. Manis sekali. "Lah, mami kok turun sendiri? Anak-anak itu kemana?" Tanya Satya, "Biarin lah Pi, mereka lagi istirahat. Kayanya capek banget mereka. Apalagi Candy, yang jagain Aga di rumah sakit. Ketiduran dia, nyenyak banget. Biar dulu aja." Katanya santai. "Oalah, ya sudah deh. Gak apa-apa. Nanti suruh si bibik aja nganterin makanan mereka ke kamar. Kasihan juga papi liatnya" ujar Satya, yang diangguki Sisca. Kasihan nya bukan karena apa - tapi ya karena lelah. Kadang memang orang dewasa itu gak kenal tempat, masalah memang tidak terduga tapi, yah, memang manusianya juga yang terlalu over thinking. "Ya udah, jagain Excel aja mi, oh, ya Excel lapar lagi gak sayang?"

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD