**** Tidak terasa waktu yang sudah disepakati. Aga telah sampai tadi pagi pukul setengah delapan di apartemennya. Dia berangkat setengah lima lagi dari Bandung. Benar-benar mengejar waktu. Cukup untuknya sampai di apartemen. Mandi dan beristirahat. Hingga akhirnya pukul sepuluh dia keluar menemui Daniel. Di tempat yang sudah mereka janjikan. "Hai Tyaga" sapa Daniel ramah. Aga masih ramah karena dia menganggap kalau Daniel adalah teman, terlepas semua kesalahan atau kelainan orientasinya sebagai pria. "Apa kabar Daniel? Sorry baru menemui mu sekarang. Sebenarnya ada yang ingin kutanyakan, tapi kau jangan tersinggung." Katanya, membuat Daniel mengerutkan dahinya mendengar perkataan Aga. "What's this?" "Kenapa kau ke Indonesia?" Pertanyaan to the point sekali. "Refreshing, holiday, I wa

