Pagi yang cerah dan sempurna untuk memulai hari ini.
Xia He berdiri di dekat jendela seraya merentangkan kedua tangannya dengan mata terpejam.
Wajahnya terlihat sangat menikmati udara pagi nan menyejukkan.
"Betapa indahnya pagi ku. Sekarang tidak ada lagi pelajaran yang harus ku kerjakan." Kekehnya geli mengingat tidak perlu lagi melakukan rutinitas hariannya.
Di sini, dia tidak perlu bangun pagi dan pergi ke kampus. Dia bisa tidur sepuasnya! Bisa bangun kapan pun yang dia inginkan tanpa takut absen.
Sepertinya nyasar ke zaman ini adalah suatu keberuntungan untuk anak kuliahan sepertinya.
Setidaknya ia bisa bersantai ria di sini tanpa perlu pusing-pusing memikirkan pelajaran. Yah, meskipun sebenarnya dia tidak pusing juga sih tapi tetap saja dia jenuh menghadapi rutinitas hariannya.
"Ah, sebaiknya aku segera mandi, setelah itu kembali mempercantik wajahku." Gumamnya.
Menjauh dari jendela dan berjalan menuju tempat pemandian. Membuka bajunya setiba di sana sehingga tubuhnya polos tanpa sehelai benang pun dan langsung masuk ke dalam kolam.
Wajahnya menyiratkan kenikmatan kala tubuhnya berendam seutuhnya di dalam kolam pemandian tersebut.
Sejenak ia main air layaknya anak kecil.
Untung saja tidak ada yang melihat tingkah lakunya itu.
Kalau ada yang lihat bisa luntur harga dirinya.
Xia He menunduk. Menatap bayangannya di permukaan air. Betapa kagetnya ia saat melihat wajah asing muncul di permukaan air.
"Apa ini?!" Pekiknya tertahan melihat pantulan wajah tersebut.
Xia He meraba wajahnya dan pantulan di air melakukan hal yang sama dengannya.
Gadis itu mengucek matanya, memastikan tidak salah lihat. Barang kali dia terlalu berambisi untuk menjadi seorang gadis cantik sehingga dia pun menjadi berhalusinasi.
Akan tetapi, berapa kali pun ia mengucek matanya, ia masih melihat wajah yang sama di permukaan kolam tersebut.
"Astaga, aku tidak percaya ini!" Menampar wajahnya keras sehingga ia pun mengaduh kesakitan sambil memegangi pipi kanannya yang baru saja ia tampar.
"Gila! Gila! Ini bukan mimpi!! Kenapa wajahku bisa menjadi secantik ini?! Padahal perawatan baru sekali aku lakukan." Dia menjadi histeris sendiri memikirkan hal mustahil tersebut.
Bagaimana mungkin dalam semalam wajah jeleknya berubah menjadi cantik?!
Bukan kah itu sangat mustahil terjadi?!
"Apa jangan-jangan aku sedang bermimpi di dalam alam mimpi?" Pikirnya lagi.
Xia He memiringkan kepalanya. Menatap intens pantulannya di permukaan kolam.
Menusuk pipinya pelan dan sentuhan itu terasa begitu nyata. Bukan seperti di alam mimpi.
Gadis itu menggeleng-gelengkan kepala heran melihat perubahan wajahnya dalam semalam.
"Sebenarnya apa yang telah terjadi?" Gumamnya sambil berpikir keras.
Namun, semakin di pikirkan, semakin otaknya terasa buntu dan pusing.
Xia He meremas rambutnya frustasi memikirkan semua itu.
Buru-buru gadis yang telah berubah menjadi cantik itu menyelesaikan acara mandinya.
Kala sudah selesai, langsung ke luar dari kolam dan melilitkan handuk ke tubuh langsingnya.
Dengan tidak sabaran ia berlari ke dalam kamar. Memakai pakaian secepat kilat agar bisa memastikan wajahnya di cermin.
"Aku sedang tidak bermimpi 'kan?"
Mendekati cermin di dalam kamar dengan langkah pelan dan ragu.
Kalau seandainya ia salah lihat di permukaan kolam tadi kan nyesek.
Dia sudah senang wajahnya menjadi cantik tapi ternyata itu hanya halusinasinya.
"Arghh! Bodo amat! Aku harus memastikannya sekarang!" Ujarnya penuh tekad dan menyambar cermin tersebut.
Mulutnya menganga kaget melihat wajahnya di cermin. Dia sedang tidak berhalusinasi! Ini nyata! Wajahnya sudah menjadi cantik!!
Wajahnya sudah putih mulus tanpa bekas jerawat. Pipinya terlihat merona secara alami. Bibir tipis merah mudanya terlihat sangat menggoda. Hidung kecil nan mancung. Iris hazelnya semakin membuat wajahnya semakin cantik. Pun dengan rambut hitam berkilaunya.
Xia He benar-benar terlihat cantik sekarang dibandingkan Xia He yang kemarin!
Suatu keajaiban bagi Xia He. Dia tidak perlu melakukan perawatan dan wajahnya sudah menjadi secantik ini. Namun, Xia He yakin ada sebabnya. Tidak mungkin wajah jeleknya berubah menjadi cantik dalam semalam.
"Tapi apa penyebabnya ya?"
Xia He terus berpikir dan berasumsi.
"Apa yang terjadi sebenarnya sehingga wajahku berubah menjadi cantik dalam semalam?"
"Apa mungkin aku menjadi cantik karena..."
Bersambung.