Part 11. Tentang Pangeran Anming

657 คำ
Semua bahan-bahan yang dibutuhkan sudah tertata rapi di dalam kamar Xia He. Tidak hanya bahan untuk mempercantik dirinya tapi juga ada bahan makanan. Masa hukumannya sudah dimulai, yaitu tidak boleh keluar dari kediaman. Hukuman yang sangat menguntungkan bagi seorang Xia He. Hukuman itu membuatnya leluasa dalam mempercantik diri. Dalam kurun waktu dua Minggu, dia pasti sudah berhasil membuat wajahnya menjadi cantik sehingga kecantikannya itu mampu membuat pangeran mahkota tergila-gila padanya dan ingin menjadikannya istri ke sekiannya. Yah, pangeran mahkota memang sudah punya banyak istri mengingat usia laki-laki itu sudah 30 tahun. Usia pangeran mahkota memang sudah 30 tahun. Namun bukannya terlihat tua karena usia, pangeran mahkota malah terlihat semakin hot. Saking hotnya, membuat Xia He lupa diri dan tetap mengejar-ngejar pangeran mahkota meskipun pria itu sudah punya banyak istri. Xia He asli rela menjadi istri kesekiannya asalkan bisa berada di dekat pangeran mahkota pujaannya. Prinsip Xia He asli sangat bertolak belakang dengan prinsip Xia He yang sekarang. Xia He ini ingin menjadi satu-satunya istri dari suaminya nanti. Meskipun statusnya hanya lah seorang anak selir, Xia He tidak ingin menjadi selir juga nantinya. Xia He ingin menjadi istri sah dan satu-satunya. Xia He tidak rela berbagi! Ah, jangankan berbagi suami, berbagi makanan saja dia tidak rela rasanya! Dan yah, sepertinya dia bisa mewujudkan hal itu karena calon suaminya adalah pangeran ketiga yang rumornya sangat kekanakan. Ngomong-ngomong, pangeran ketiga bernama Anming Qing. Umur 25 tahun. Anak dari Selir dan kebetulan ibunya sudah meninggal dunia karena dijatuhkan hukuman mati beberapa tahun lalu. Rumornya, Pangeran Anming berubah menjadi kekanakan sejak ibunya dijatuhi hukuman mati pada saat dia berumur 15 tahun. Kematian ibunya memberikan pukulan kuat pada mentalnya. Hal itu terjadi karena Pangeran Anming sangat dekat dan sayang pada ibu kandungnya. Pangeran Anming sebenarnya sangat tampan dan gagah. Lebih tampan dan gagah dibandingkan pangeran mahkota. Rambut perak nan panjangnya terlihat sangat indah. Hidungnya kecil dan mancung. Bibirnya merah dan tipis. Jika tersenyum akan membentuk senyuman yang sangat indah. Alisnya hitam dan bulu matanya sedikit lentik. Tubuhnya besar dan gagah. Sayang sekali pangeran itu sangat kekanakan sehingga tidak ada para gadis bangsawan yang tertarik padanya. Sudah banyak gadis yang dijodohkan dengan Pangeran Anming tapi ada-ada saja tindakan yang dibuat oleh gadis yang hendak dijodohkan dengan Pangeran Anming, sehingga perjodohan tidak bisa berlangsung dengan lancar. Para gadis itu benar-benar tidak tertarik dengan Pangeran Anming meskipun paras Pangeran Anming nyaris sempurna. Tidak hanya tidak tertarik, mereka juga sering merendahkan Pangeran Anming tiap kali tidak sengaja bertemu. Mereka berani melakukan itu karena Pangeran Anming tidak pernah mengadu ke Kaisar. Dia biasanya hanya diam dan menerima dengan pasrah. "Pangeran yang menyedihkan." Komentarnya kala mengingat memori yang ditinggalkan Xia He asli. Gadis itu memoleskan masker ke wajahnya lalu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Xia He berusaha mengingat wajah Pangeran Anming berdasarkan memori Xia He yang asli namun dia tidak bisa mengingat wajah pangeran satu itu. Dia hanya bisa melihat sekilas seorang laki-laki berambut perak yang sedang membelakanginya. Xia He tidak ambil pusing dan kembali menggali memori Xia He yang lainnya tentang pangeran ketiga. 'nanti aku akan memperlakukanmu dengan baik dan menjadikanmu sekutu ku di dalam kerajaan, Pangeran Anming' bisiknya dalam hati. 'oh ya, kapan ya aku akan menikah dengan pangeran Anming?' 'ah, kapan-kapan saja lah tanyanya ke ayah. Sekarang aku harus fokus mempercantik diri dulu, setelah itu balas dendam ke orang-orang yang telah menindas Xia He selama ini, dan setelah itu baru deh memikirkan nasibku selanjutnya dengan Pangeran Anming.' Xia He membersihkan masker yang menempel di wajahnya. Memakai perawatan wajah lainnya. Perawatan terus ia lakukan secara rutin demi mendapatkan hasil memuaskan. Hasil yang tentunya bisa membuat para manusia tercengang kagum. Aih, dia jadi tidak sabar menunggu moment itu. "Semoga besok saat terbangun aku sudah menjadi cantik." Gumamnya sambil memainkan kalung dilehernya. Xia He tiba-tiba merasa mengantuk. Gadis itu menguap lebar. Matanya terasa sangat berat hingga ia menutupnya secara perlahan. Tak lama setelah ia tertidur, cahaya putih nan silau mengelilingi tubuhnya hingga cahaya itu redup dan menghilang. Bersambung....
อ่านฟรีสำหรับผู้ใช้งานใหม่
สแกนเพื่อดาวน์โหลดแอป
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    ผู้เขียน
  • chap_listสารบัญ
  • likeเพิ่ม