Part 10. Keributan Kecil (5)

631 คำ
Xia He tersentak bangun akibat bermimpi terjatuh dari ketinggian. Gadis itu menatap linglung langit-langit ruangan. Kemudian mengalihkan tatapannya ke arah lain kala suara orang yang tengah berdebat memasuki gendang telinganya. Sangat menganggu baginya. Rasa kantuk yang dirasakannya tadi langsung hilang sepenuhnya ketika melihat begitu banyak orang di sekelilingnya. Ia bahkan terduduk dengan refleks saking terkejutnya melihat semua orang. "Kenapa kalian semua berkumpul di sini?" Tanyanya cengo. Orang-orang yang tengah berdebat langsung berhenti dan menatap Xia He. "Kenapa menatapku seperti itu?" Tanya Xia He masih cengo. Maklum saja, dia baru bangun dan langsung dihadapkan dengan kenyataan dikelilingi banyak orang. Tentu saja dia kaget. Padahal seingatnya tadi, terakhir kali ia tidur di danau. Tapi saat terbangun kenapa ia malah di sini? "Oh ya, siapa yang membawaku ke sini? Kenapa tidak membawaku ke kediaman ku saja?" Tuan He tercengang mendengar penuturan putrinya. Merasa dikacangin oleh orang-orang, akhirnya Xia He beranjak turun dari tempat tidur dengan perasaan dongkol. Sumpah, dicuekin orang itu tidak enak! "Kau mau kemana?!" Xia He menatap Tuan He heran. "Tentu saja ke kediamanku. Aku ingin tidur dengan tenang dan tentunya tanpa gangguan dari kalian." Cetusnya datar. Tuan He memijit kepalanya yang tiba-tiba pusing dengan kenakalan putrinya. "Jelaskan dulu kepada ayah kenapa kau bisa di danau. Apa jangan-jangan kau ingin bunuh diri?!" Tanya Tuan He penuh tuntutan. Gadis itu menghela nafas kesal mendengar pertanyaan Tuan He. "Siapa yang ingin bunuh diri?!" Tanyanya balik. Xia He Tersenyum manis yang sangat jelas dipaksakan. "Dengar ya, ayah. Aku itu tidak ingin bunuh diri. Aku hanya ingin bersantai sejenak di danau yang indah itu tapi siapa sangka aku malah tertidur di sana. Selesai 'kan masalahnya? Jadi, jangan menahan kepergianku lagi, ayah. Aku sudah lelah dan ingin rebahan." Tuan He melongo melihat kepergian Xia He. Bisa-bisanya ia ditinggal begitu saja. "Sebenarnya ada masalah lain yang harus saya sampaikan pada tuan." Ujar sang tabib secara tiba-tiba. Tuan He menatap Tabib Lu heran. "Masalah apa?" "Tadi sewaktu saya memeriksa tubuh Nona keenam, tubuh nona sudah kembali normal." "Maksudnya?" Heran Tuan He. "Seluruh penyakit yang diderita nona keenam menghilang secara tiba-tiba, tuan. Sekarang tubuh nona keenam sudah sehat seperti tubuh putri tuan yang lainnya." Penjelasan Tabib Lu membuat senyuman manis hadir di bibir Tuan He. "Syukur lah kalau begitu. Aku baru bisa tenang mendengar kabar ini. Kasihan juga putriku harus menderita penyakit mematikan itu di umurnya yang masih muda. Tapi, kenapa penyakitnya bisa tiba-tiba menghilang?" "Saya juga tidak tahu, tuan." Kedua orang itu terdiam memikirkan alasan penyakit yang diderita Xia He selama ini menghilang secara tiba-tiba. Sementara itu, di tempat lain, Xia He sudah sampai di kediamannya. Gadis itu mengganti pakaiannya dengan cepat lalu menghempaskan tubuhnya di atas kasur. Menarik selimut untuk menyelimuti tubuhnya dan bersiap masuk ke alam mimpi. Akan tetapi, niatnya tidak jadi terlaksana karena suara dayang pribadinya. Siapa lagi kalau bukan Mu Nian. "Anda kemana saja, nona? Saya cemas memikirkan Anda." Perhatian palsu yang memuakkan bagi Xia He. "Why don't you just die anyway? Do you know? you are so annoying!" Teriak Xia He kesal. (Kenapa kau tidak mati saja? Kau tahu? Kau sangat menyebalkan!) "Apa maksud nona?" Dan semakin kesal melihat wajah bodoh Mu Nian. "Arghh!! You suck!" Mu Nian masih melongo seperti orang bodoh mendengar ucapan majikannya. "Jangan tidur dulu, nona. Nona harus melakukan perawatan wajah dulu supaya nona semakin cantik dan bisa membuat pangeran mahkota terpikat oleh kecantikan Anda." Xia He melemparkan bantalnya kesal ke wajah Mu Nian. "Keluar!! Aku ingin tidur!!" "Tapi no--" "Keluar atau kau ku jual." Ancam Xia He sehingga membuat Mu Nian lari terbirit-b***t keluar dari dalam kamar Xia He. Xia He menghela nafas kasar. "Sabar, Xia He. Orang sabar pantatnya lebar." Gumamnya. Menarik selimut dengan kasar dan kembali melanjutkan tidurnya. "Nona, apakah Anda yakin tidak ingin melakukan perawatan dulu sebelum tidur?" Tanya Mu Nian secara tiba-tiba. "MU NIAN!!!" Bersambung...
อ่านฟรีสำหรับผู้ใช้งานใหม่
สแกนเพื่อดาวน์โหลดแอป
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    ผู้เขียน
  • chap_listสารบัญ
  • likeเพิ่ม