She Is Mine 68

1134 คำ

Frans mengurai pelukannya pada tubuh langsing Andin. Mengambil benda pipih di saku celananya. Sepertinya dia bermaksud untuk menghubungi orang lain. Andin tersenyum menatapnya. “Sayang … aku kemasi dulu barang-barangku ya … besok tinggal bawa ke rumah baru,” ujar Andin. Frans mengangguk. “Baiklah, nanti aku bantu. Aku mau telepon Jack dulu.” Andin tersenyum, mendengar jawaban frans. “Nggak perlu, aku bisa lakuin sendiri kok.” Andin berlalu dari hadapan Frans, membuka salah satu pintu ruangan di kamar itu. Frans tersenyum melihat kepergian Andin dari ruangan itu. Kembali dia sibuk dengan ponselnya, dia harus cepat bergerak. Amran dan Azriel tidak bisa disepelekan. Frans terlihat serius mengotak-atik ponselnya. Tidak butuh waktu lama, sambungan langsung terhubung dengan Jack. (Jack, c

อ่านฟรีสำหรับผู้ใช้งานใหม่
สแกนเพื่อดาวน์โหลดแอป
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    ผู้เขียน
  • chap_listสารบัญ
  • likeเพิ่ม