“Kau ingin tahu alasan mengapa aku membiarkanmu hidup di kerajaanku?” Ratu Alexa melipat tangan. Bersandar pada sisi jendela dengan santai. Ia menatap Gyusion masih dengan tatapan yang sama. Tak ada sedikit pun takut karena tahu Gyusion tidak akan berhasil melukainya, juga tidak ada raut menyesal yang bisa dijumpai di wajahnya. Ratu Alexa biasa saja menghadapi semua ini, seolah dirinya tak bersalah dan terlibat. Gyusion jadi makin kesal melihat tingkah angkuh Ratu Alexa masih bertahan disuatuasi begini. Bukannya meredakan amarah, malah semakin yakin sebenarnya Ratu Alexa bahagia atas kemalangan yang menimpa Gyusion selama ini. “Tentu saja. Kedatanganmu untuk mengetahui semua itu, bukan? Aku telah memperkirakan kedatanganmu tapi tak secepat ini. Ternyata lebih cepat dari dugaanku. Meman

