72. Balas Dendam

1526 คำ

Gyusion luruh di atas lantai. Terduduk dengan lesu sembari beruraian air mata. Menangisi kehidupannya sendiri. Kini ia tak tahu harus apa dan mempercayai siapa. Semua menjadi sama-sama fana. Ia tak bisa percaya bahwa selama ini ia berada di tengah orang-orang yang membohonginya. Naya ikut merana melihat kesedihan Gyusion yang teramat dalam. Ternyata sesakit ini melihat kehancuran seseorang. Apalagi ia terlibat dalam kehancuran itu. Kebohongan memang tetaplah kebohongan. Sekecil apa pun itu akan terus menyakiti orang lain. Meski terkadang kebohongan ada untuk sebuah kebaikan. Perlahan Naya terduduk di samping Gyusion. Ikut menangis karena rasa bersalah teramat besar. Ia paham kemarahan Gyusion sangat besar padanya. Ia akan menerima setiap kemarahan itu karena ia dengan menerima semua am

อ่านฟรีสำหรับผู้ใช้งานใหม่
สแกนเพื่อดาวน์โหลดแอป
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    ผู้เขียน
  • chap_listสารบัญ
  • likeเพิ่ม