"Jangan bunuh kakakku!" jerit seseorang mendobrak pintu. Perhatian dua orang di dalam ruangan itu kontan teralihkan. Mereka ternganga mendapati kedatangan Xevana. "Xevana?" Ayunan pisau di tangan Ratu Alexa terhenti. "Xevana? Kau ... di sini?" Sejak peperangan diperbatasan berakhir dan Pasukan Azurastone pulang ke negerinya, Xevana ikut dibawa ke negeri mereka. Ratu Alexa tak berhasil membawa putrinya pulang. Meski begitu ia dan semua petinggi di Ngeri Darkness terus mengusahakan kebebasan Xevana dari tangan Tirta. Bahkan Kaja sempat mengusulkan untuk memberitahu Tirta tentang kebenaran Xevana. Namun dengan tegas Ratu Alexa menolak. Ratu merasa masih banyak cara membawa Xevana pulang tanpa membeberkan identitas Xevana pada orang lain terutama Tirta. "Xevana ...." Pisau di tanga

